Daftar Aplikasi, Link Game Judi Online (Belum Diblokir)

Berikut adalah daftar aplikasi dan link game judi online yang masih bisa diakses atau belum diblokir.

PLATFORM ANDROID :

1. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.neptune.domino

2. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.hri.domino.gaple

3. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dominoQQ.desktop.id

4. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dominogaplenew.poker

5. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.binggo.domino

6. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.joj.iddomino

7. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.prgame5.gaple

8. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.yepplay.gaple

9. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.yepplay.capsasusun

10. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.yepplay.dominoqiuqiu

PLATFORM WEB

1. https://www.qq99domino.com/sanosine/

2. https://www.sankeys25.com/

3. http://165.22.56.41/

4. http://206.189.185.159/

5. https://casinoorc.com

6. http://139.59.250.104/

7. https://kidsontheblock.net/

8. https://bandar-qq.company.site/

9. https://www.farmtablecucina.com/

10. https://m.biggreenweek.com/

11. https://stevendonziger.com/

12. https://thepiranhashop.com/

Diakses pada 18 November 2020 menggunakan ISP Indosat oleh Tim Ahli MIT (Masyarakat Informasi & Teknologi) – www.mit.or.id

Email : info@mit.or.id

10 Media Online Aceh versi Dewan Pers

Berikut adalah daftar media siber di Aceh yang terverifikasi administrasi dan faktual oleh Dewan Pers.

Beritakini.co
JL. KEBUN RAJA, LR. H YAHYA, NOMOR 22, LAM GLUMPANG, ULEE KARENG, BANDA ACEH, PROVINSI ACEH 0651 73-15-590 | 085260306792

AJNN.net
Jln. T Hasan Dek, Lorong D, Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, 231240651-6300572

dialeksis.com
Jalan Tgk Dihaji Lorong Ujong Blang No 36 Desa Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Provinsi Aceh 0651 6303146

popularitas.com
Jl DR MR Muhammad Hasan Nomor 2-3, Batoh, Kecematan Lueng Bata, Kota Banda Aceh
hp. 081269296357

KBA.one
Jalan Dr Mr Moh Hasan, Nomor 99, Batoh, Banda Aceh 0651 6301285 / 081263108002

modusaceh.co
Jalan Teuku Iskandar No. 15 Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia (0651) 635322

waspadaaceh.com
Jalan Sri Ratu Safiatuddin No 21 C Banda Aceh, Provinsi Aceh 0651 22385 / 081360260710

rakyataceh.com
Jl. Sultan Malikussaleh No. 109, Lhong Raya, Banda Aceh 23238 (0651) 35478

acehtrend.com
Jl. Tgk Meulagu Ds Tibang, Kecamatan Syiah Kuala – Banda Aceh Kode Pos 24415
0823-6513-7574

serambinews.com
Jl. Raya Lambaro KM. 4,5 Desa Meunasah Manyang, Banda Aceh (0651) 635644


Sumber : https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Diakses pada 18 Desember 2019

Karakteristik dan Tantangan Era Millenial

 

Kosa kata millennial berasal dari bahasa Inggris millennium atau millennia yang berarti masa seribu rahun (Echols, 1980: 380). Millennia selanjutnya menjadi sebutan untuk sebuah masa yang terjadi setelah era global, atau era modern. Karena itu, era millennial dapat pula disebut erapost-modern. Era ini oleh sebagian pakar diartikan sebagai *era back to spiritual and moral atau back to religion*. Yaitu masa kembali kepada ajaran spiritual, moraldan agama.

Era ini muncul sebagai respon terhadap era modern yang lebih mengutamakan akal, empirik, dan hal-hal yang bersifat materialistik, sekularistik, hedonistik, fragmatik, dan transaksional. Yaitu pandangan yang memisahkan urusan dunia dengan urusan akhirat.

Akibat dari kehidupan yang demikian itu manusia menjadi bebas berbuat tanpa landasan spiritual, moral, dan agama. Kehidupan yang demikian, memang telah mengantarkan manusia kepada tahap membuat sesuatu yang mengagumkan, seperti digital technology, cloning, dan sebagainya.

Namun karena tidak disertai landasan spiritual, moral dan agama, semua temuan yang mengagumkan itu telah pula digunakan manusia untuk mendukung selera hawa nafsunya.

(Prof. Abuddin Nata, Guru besar ilmu pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah)

Netizen : WiFi Publik Lebih Berbahaya Daripada Toilet Umum

Survey Norton tahun 2016 menyebutkan, generasi milenial kelahiran tahun 90-an kurang hati-hati saat beraktivitas online. “Lahir di era digital, generasi millenial justru harus sering berhati-hati dengan 47 persen orang yang mengaku telah BERBAGI PASSWORD dan melakukan aktivitas online lainnya yang berisiko,” kata Direktur Asia Consumer Business Norton by Symantec, Choon Hoon Chee.

Norton by Symantec merilis temuannya yang tertuang dalam Norton Cybersecuity Insight Report yang mengungkapkan kenyataan dari kejahatan online dan efek personalnya terhadap konsumen.

Metode survey secara online menyasar audiens dari Indonesia sebanyak 1.000 orang dengan usia 18 tahun keatas.

Hasil survei ini menunjukkan hasil yang mengejutkan, diantaranya :

55% konsumen percaya jika informasi kartu kredit mereka lebih mungkin dicuri setelah belanja online daripada dari dompet mereka.

59% orang Indonesia percaya Wi-Fi publik lebih berisiko daripada TOILET umum.

42% pengguna internet telah MENGALAMI sendiri KEJAHATAN CYBER dalam satu tahun terakhir.

Rp194.603,7 miliar DICURI dalam 1 tahun terakhir.

—————————-
“Antara News”

MIT Aceh dan Anggota DPRA Minta Pemerintah Blokir Game PUBG

Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan, memberikan penjelasan tentang seluk beluk game online PUBG dan sejenisnya, pada sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh di Aula MPU Aceh, Banda Aceh, 17-19 Juni 2019. Foto (IST)

Game peperangan bergenre first person shooter (FPS) tersebut lebih banyak mudharat bagi pemainnya.

BANDA ACEH – Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Aceh meminta pemerintah untuk memblokir game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).

Alasannya, mereka menilai game peperangan bergenre first person shooter (FPS) tersebut lebih banyak mudharat bagi pemainnya karena bisa menyebabkan ketergantungan atau ketagihan.

Direktur Eksekutif MIT Aceh, Teuku Farhan, kepada Serambi, Kamis (20/6), mengatakan, secara teknis IT sangat memungkinkan pemerintah memblokir game tersebut.

Sebab, menurutnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI memiliki kebijakan yang sudah dialami masyarakat beberapa waktu lalu, seperti pembatasan mengakses facebook (fb) dan WhatsApp (WA).

“Secara tidak langsung, kebijakan ini menyiratkan bahwa pemerintah memiliki kendali terhadap aplikasi yang hadir di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan tak bisa,” ungkap Teuku Farhan.

Sebelum fatwa MPU Aceh keluar, lanjutnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sudah terlebih dulu mengkaji game PUBG dan sejenisnya.

Namun, MPU Aceh lebih cepat memberi tanggapan dan mengeluarkan fatwa.

“Apalagi, kita (Aceh) punya kekhususan yang harus dihormati oleh semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam koordinasi dengan MUI Pusat beberapa waktu lalu, Kemkominfo menyatakan siap memblokir game tersebut bila sudah ada permintaan dari MUI.

“Ini kan hal yang menarik. Artinya, pihak penyelenggara negara menunggu arahan dari pihak yang dianggap pemegang otoritas untuk menetapkan baik atau buruk,” ujarnya.

Sumber : Serambinews.com

Komunitas MIT Aceh Salurkan Bantuan Komunikasi untuk Korban Gempa Pidie Jaya

Pengurus Masjid di Kutapangwa, Pidie Jaya dan warga korban bencana gempa Pidie Jaya merasa sangat terbantu dengan bantuan ini dikarenakan sulitnya mencari toko yang menjual pulsa. Lebih dari 100 warga menerima manfaat bantuan ini. (Dok.MIT)

 

PIDIE JAYA – Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT)  Aceh menyalurkan 1.000 paket pulsa. Hingga Jumat (23/12/2016) relawan MIT sudah menyalurkan lebih dari 96 paket pulsa kepada korban dan relawan.

Dalam kunjungan tim relawan MIT ke Pidie Jaya sejak hari kedua paska gempa,  tim menemukan banyak korban kehilangan harta benda dan relawan yang hadir membantu korban juga sangat aktif melakukan komunikasi untuk kelancaran penyaluran bantuan dalam menangani korban.

Komunikasi melalui sambungan telepon sangat diperlukan oleh korban dan relawan yang sehari-hari aktif menggunakan telepon untuk koordinasi dan menghubungi sanak famili.

Sulitnya jangkauan toko pulsa dan hilangnya harta benda menjadi faktor relawan MIT menginisiasi program ini.

Koordinator Program MIT, Twk Mohammad Iqbal mengatakan, korban kebanyakan kehilangan harta benda karena tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. Sehingga korban membutuhkan sarana komunikasi untuk dapat berhubungan dengan anggota keluarganya.

“Selain korban,  para relawan khususnya di posko masjid juga menjadi prioritas kami untuk dibantu agar komunikasi kebutuhan dan penyaluran bantuan menjadi lancar. Program bantuan paket pulsa ini bertujuan untuk meringankan beban korban dan relawan paska musibah gempa.” ujar Twk. Mohammad Iqbal selaku koordinator program MIT peduli pidie jaya.

Bantuan disalurkan melalui koordinator posko Masjid Quba,  Kuta Pangwa, Pidie Jaya.

MIT juga menerima partisipasi bagi yang ingin membantu meringankan beban korban gempa Pidie Jaya.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam program MIT Peduli dapat menghubungi Sdr.Iqbal 085276516620 dan update informasi penyaluran dapat diakses melalui portal resmi MIT di http://mit.or.id

Sumber : SERAMBINEWS.COM

MIT Aceh Minta Gubernur dan Wali Kota Pisahkan Kominfo Menjadi Instansi Independen

MIT.OR.ID, Banda Aceh — Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Aceh menyayangkan sampai saat ini di Aceh dan khususnya di Kota Banda Aceh, masih menggabungkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.

Demikian kata Direktur Eksekutif MIT Aceh, Teuku Farhan, S.Kom adalam acara diskusi jelang buka puasa bersama pada Rabu, di banda Aceh, 16 Juni 2016.

“Perkembangan Informasi dan Teknologi yang saat ini telah menjadi hajat hidup masyarakat banyak semakin kompleks. Di kota-kota lain seperti Kota Medan, Denpasar, Malang, Bandung, Bogor dan Surabaya sudah memiliki Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) secara khusus. Aceh, khususnya Banda Aceh sudah bisa membuatnya,” kata Farhan.

Farhan mengatakan, pada tahun 2013, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah pernah mewacanakan akan memisahkan Dishub (Dinas Perhubungan) dan Diskomintel (Dinas Komunikasi, Informasi dan Telematika) namun sayang sampai hari ini belum terwujud.

“Dalam beberapa kesempatan kunjungan MIT ke daerah di Aceh, MIT menerima keluhan dari masyarakat terhadap banyaknya dampak negatif terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi, namun tidak ada peran dan solusi dari pemerintah dalam mengatasi hal tersebut,” katanya.

Bahkan, kata Farhan, SKPD lain yang tidak terkait bidang Informasi dan Teknologi malah lebih proaktif menangani masalah tersebut, misal soal isu maraknya kasus judi dan pornografi online. Hal tersebut, menurutnya, sangat disayangkan.

“Jangan sampai pembiaran seperti ini berlarut-larut sehingga persoalan ini akan menjadi efek bola salju yang semakin liar dan membesar, berdampak kepada akhlak generasi ke depan yang seharusnya dapat memanfaatkan Informasi dan Teknologi secara positif dan produktif sesuai tuntunan Islam akhirnya menjadi sebaliknya, hanya menjadikan Teknologi dan Informasi sebagai untuk kebutuhan konsumtif dan digunakan untuk hal negative,” kata Farhan.

Farhan mengatakan, MIT Aceh mengusulkan kepada pemerintah Aceh dan Kota Banda Aceh sebagai pionir, agar segera memisahkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) menjadi Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika agar lebih fokus mengelola permasalah terkait Komunikasi dan Informatika.

“Perkembangan Teknologi Internet yang begitu pesat dan telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat jangan dibiarkan tidak ada yang urus. Apalagi untuk kota Banda Aceh saat ini telah ditetapkan menjadi model Smart City tingkat nasional bersama Bandung dan Bogor,” katanya.

Farhan mengatakan, menurut penelusuran MIT, website Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika kota Banda Aceh mempunyai alamat perhubungan.bandaacehkota.go.id, seharusnya dishubkominfo.

Tentang instansi kominfo terpisah, kata Farhan, merupakan amanat Undang-Undang. Menurutnya, undang-undang terkait tugas pokok dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika juga sudah banyak yang lahir, di antaranya: UU No 36 1999 tentang telekomunikasi, UU No 40 tentang pers, UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan yang semakin banyak kasusnya kini adalah UU ITE Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” katanya.

“Belum lagi kebutuhan Qanun tentang Komunikasi dan Informatika yang sangat dibutuhkan dan disesuaikan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Apalagi tugas pokok dan fungsi Kominfo di Aceh selama ini dirasakan kurang maksimal, di antaranya minimnya penyuluhan kepada masyarakat terhadap pemanfaatan Informasi dan Teknologi yang positif dan produktif,” katanya, dalam siaran pers.

Farhan mengatakan, kabarnya Banda Aceh kini memiliki frekwensi siaran TV Lokal yang tidak diberdayakan sampai saat ini, padahal frekwensi TV Lokal pemerintah Kota Banda Aceh ini bisa dimanfaatkan selain untuk informasi kegiatan pemerintah seperti yang dilakukan oleh pemerintah kota Bandung dan Jakarta, juga sebagai tv dakwah dan mensosialisasikan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Dampak dari hal tersebut, berbagai sumber daya di bidang Komunikasi dan Informatika bahkan banyak kegiatan positif yang lahir dari komunitas, akhirnya kurang berdaya akibat minimnya fokus pemerintah terhadap bidang kominfo ini. Sementara Komunikasi dan Informatika kini telah menjadi hajat hidup orang banyak yang perlu mendapat pengawasan, difasilitasi oleh pemerintah,” katanya.

Diskusi MIT dilaksanakan rutin setiap tahun, membicarakan berbagai hal terkait isu kekinian tentang perkembangan Informasi dan Teknologi di Aceh.[portalsatu]

Komunitas MIT Luncurkan GampongNet

MIT.OR.ID, BANDA ACEH – Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) meluncurkan program GampongNet. Sebuah layanan informasi situs-situs positif yang berjumlah lebih dari 100 alamat khususnya situs lokal yang tersedia di Aceh.

Koordinator bagian Humas MIT, Dosi Elfian, kepadaSerambinews.com Sabtu (6/12/2014) mengatakan, saat ini di Indonesia ada 80 juta pengguna internet aktif, jumlah yang sangat besar dan diperkirakan akan terus meningkat.

“Jamaah internet ini pun sudah merambah sampai ke gampong-gampong. Oleh karena itu, Komunitas MIT meluncurkan program ini dan yang dapat diakses di www.gampong.net,” katanya.

Menurut Dosi Elfian, pengunjung dapat memilih berbagai situs dari berbagai kategori seperti kategori situs-situs resmi pemerintahan kabupaten/kota se-Aceh,perguruan tinggi, sekolah, dayah, masjid, email, media sosial, tokoh masyarakat, berita online, komunitas, travel agent, kuliner sampai aplikasi legal yang gratis.

Peluncuran GampongNet itu diharapkan dapat memudahkan pengunjung mengakses informasi positif yang ingin di akses sehingga tidak tersesat ke situs-situs negatif serta meminimalkan penggunaan mesin pencari seperti google, yahoo yang menjadi pintu masuk situs atau konten negatif.

Selain itu, menurut Dosi, komunitas MIT yang sejak tahun 2009 aktif mensosialisasikan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang positif dan produktif ini mendorong terwujudnya transparansi informasi publik sesuai peraturan yang diterapkan pemerintah dalam UU No.14 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Direktur Eksekutif MIT sekaligus Project Manager Program GampongNet, Teuku Farhan menambahkan, komunitasnya mengajak masyarkat berpartisipasi menjadi bagian dari solusi dari beragam persoalan maraknya konten negatif. Masyarakat, kata Farhan dapat berpartisipasi salah satunya dengan cara merekomendasikan situs-situs positif melalui email: info@mit.or.id atau SMS 087890001233.

Menurut Teuku Farhan, GampongNet dikerjakan secara sukarela oleh relawan MIT ini memiliki rencana ke depan menjadi situs mesin pencari lokal dan rujukan utama yang akan diterapkan di sekolah, dayah, dan gampong yang berminat tanpa dikutip biaya apa pun.

Baca Sumber

Program Mengenal IT – TVRI Aceh edisi 2014

Tahun 2014, Komunitas MIT kembali dipercaya oleh LPP TVRI Aceh untuk mengelola program dialog interaktif Mengenal IT. Program ini tayang secara langsung setiap Senin, Pk.15.00-16.00.

Program ini sudah hadir sejak tahun 2010 dan sudah menayangkan lebih dari 75 episode. Berikut daftar topik dan narasumber dalam program Mengenal IT edisi 2014 :

 

Edisi 1 –   16/6/2014.

Topik : Aplikasi Terpopuler di Indonesia

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Teuku Farhan (Praktisi IT)

2. Michael (Komunitas BFLF)

 

Edisi 2 –   21/7/2014.

Topik : Masjid Cyber

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1.Teuku Farhan (Praktisi IT)

2.Sayed Muhammad Husen (Pimred Gema Baiturrahman)

 

Edisi 3 – 04/8/2014.

Topik : Tips Memilih Gadget Android

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Teuku Farhan (Praktisi IT)

2. Twk.Muhammad Iqbal (KPLI Aceh)

 

 

Edisi 4 – 11/8/2014.

Topik : Petisi Online

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Teuku Farhan (Praktisi IT)

2. Muhammad Asy Syauqi (Pengguna Petisi Online)

 

Edisi 5 – 18/8/2014 :

Topik : Gampong Online

Host : Nico Firza

Narasumber :

1. Teuku Farhan (Praktisi IT)

2. Muhammad Dahlan (Pengelola Web Gampong Cot Baroh)

 

Edisi 6 – 25/8/2014 :

Topik : Game Made in Aceh

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Qudus Husein ( MIT)

2. Ayu Ulya (Tim Game Cempala)

 

Edisi 7 – 1/9/2014 :

Topik : Jadwal Kuliah Online

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Nazaruddin Musa (Dosen UIN Arraniry)

2. Teuku Farhan (Praktisi IT)

 

Edisi 8 – 8/9/2014 :

Topik : CPNS Online

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Teuku Farhan (Praktisi IT)

2. Feri (Pelamar Tes CPNS Online)

 

Edisi 9 – 16/9/2014 :

Topik : Saatnya Pejabat Pakai Media Sosial

Host : Dosi Alfian

Narasumber :

1. Teuku Farhan (Praktisi IT)

2. Arif Ramdan (Praktisi Multimedia)

 

Edisi 10 – 17/11/2014

Topik : Komunitas Drone Aceh

 

Edisi 11 – 24/11/2014

Topik : Media Sosial Pinterest

 

Edisi 12 – 1/12/2014

Topik : Media Sosial Sebagai Promosi Wisata

 

Edisi 13 – 8/12/2014

Topik : Kumpulan Situs Positif GampongNET

 

Edisi 14 – 15/12/2014

Topik : Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) Positif dan Produktif

 

Edisi 15

Topik : Pemerintahan Elektronik (E-Government)

 

Edisi 16

Topik : Dunia Marketplace Desain Grafis

 

Edisi 17

Topik : Tantangan Lulusan IT dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

 

Edisi 18

Topik : Tiket Online